Jumat, 19 Januari 2018

Preambule

Entah apa yg kurasakan.....aku tidak tahu, yang kupahami hanya langit kian mendung, butiran air langit bergulir begitu gelisah, dingin udara menggerogoti sendi-sendi senjaku....
Kesekian kalinya kuterpaku pada sebuah bangku taman, bangku besi tua kokoh yg telah usang dan kini tertutup daun-daun menguning. Daun itu dulu pernah hijau, pernah merasakan menjadi tunas segar. Seiring waktu bumi berotasi,  yg gugur satu persatu dari dahan pohon di atas bangku itu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar